BIREUEN, ACEH — Sabtu 26 September 2026. Sepuluh bulan pasca banjir, masyarakat Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, kembali melakukan penanaman jagung di lahan pertanian mereka.
Tanam perdana jagung tersebut dilaksanakan di atas lahan seluas 30 hektare dengan bantuan dari Haji Subarni A. Gani.
Bantuan yang diberikan meliputi dua unit dozer, satu unit traktor, dua unit mesin tanam jagung, 450 kilogram benih jagung, serta 10 ton pupuk.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat korban banjir sekaligus membantu petani kembali mengusahakan lahan dan menjalankan kegiatan pertanian.
HAJI SUBARNI A. GANI: MEMBANTU DENGAN IKHLAS
Haji Subarni A. Gani mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak banjir.
“Saya membantu untuk meringankan beban masyarakat korban banjir dengan ikhlas,” ujarnya.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat dan memberikan manfaat bagi kegiatan pertanian di Desa Kubu.
RAZALI: MASYARAKAT HARUS BERSATU
Keuchik Kubu, Razali, menyampaikan terima kasih kepada Haji Subarni A. Gani atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat.
“Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Kubu, kami mengucapkan terima kasih kepada Haji Subarni A. Gani atas bantuan dan kepeduliannya kepada masyarakat. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” kata Razali.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan bekerja dengan sungguh-sungguh dalam mengelola lahan pertanian tersebut.
“Saya sangat mengharapkan masyarakat bersatu, saling membantu, dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Apa yang sudah diberikan harus kita jaga dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
PROFESOR HUMAM HAMID: MASYARAKAT JUGA HARUS BERUSAHA
Profesor Humam Hamid menyampaikan bahwa masyarakat tidak seharusnya hanya menunggu bantuan pemerintah. Masyarakat, kata dia, juga perlu berusaha dan mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.
“Masyarakat jangan terlalu mengharapkan pemerintah. Kita juga harus berusaha dan mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kalau ada pihak yang mampu membantu, mari kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan kepedulian berbagai pihak menjadi bagian penting dalam upaya mengembalikan kegiatan ekonomi warga setelah bencana.
ARIZAL MAHDI: KEBAIKAN HARUS MENJADI SYIAR
Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas (RPRLB), Arizal Mahdi, saat diwawancarai awak media mengatakan bahwa Haji Subarni A. Gani merupakan sosok yang sangat dermawan.
Menurut Arizal, kepedulian tersebut patut menjadi contoh bagi pengusaha dan pihak lain yang memiliki kemampuan untuk ikut membantu masyarakat.
“Haji Subarni A. Gani adalah sosok yang sangat dermawan. Setiap bantuan yang beliau berikan harus menjadi syiar agar diikuti oleh pengusaha lain dan siapa saja yang memiliki kemampuan untuk membantu masyarakat,” ujar Arizal.
Ia juga menyampaikan bahwa apa yang dilakukan Haji Subarni A. Gani merupakan bentuk pemanfaatan harta untuk kebaikan dan amal jariyah.
“Beliau sudah menggunakan hartanya untuk mendapatkan amal jariyah. Semoga setiap kebaikan yang beliau lakukan memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi amal yang terus mengalir,” katanya.
Arizal berharap kepedulian tersebut dapat menggerakkan lebih banyak pihak untuk mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana.
PENDAMPINGAN PETANI DIHARAPKAN BERLANJUT
Tanam perdana merupakan awal dari rangkaian kegiatan pertanian di lahan tersebut. Setelah penanaman, para petani masih membutuhkan perawatan tanaman hingga memasuki masa panen.
Karena itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen diharapkan memberikan perhatian dan pendampingan secara sungguh-sungguh kepada para petani agar kegiatan di lahan 30 hektare tersebut dapat berjalan dengan baik.
Pendampingan yang berkelanjutan juga penting agar bantuan yang telah diberikan tidak berhenti pada kegiatan tanam perdana, tetapi dapat memberikan hasil yang nyata bagi masyarakat.
SEPULUH BULAN PASCA BANJIR, PETANI KEMBALI MENANAM
Sepuluh bulan setelah banjir, masyarakat Desa Kubu kembali menggarap lahan mereka.
Bagi petani, kegiatan tanam jagung ini menjadi bagian dari upaya untuk memulihkan kegiatan pertanian dan kembali memperoleh penghasilan dari lahan yang mereka usahakan.
Dengan bantuan dua dozer, satu traktor, dua mesin tanam jagung, 450 kilogram benih dan 10 ton pupuk, proses tanam perdana di lahan seluas 30 hektare telah dilaksanakan.
Selanjutnya, keberhasilan kegiatan tersebut bergantung pada bagaimana tanaman dirawat, lahan dikelola, serta bagaimana masyarakat bekerja bersama hingga masa panen.
- Bagi warga Desa Kubu, setelah sepuluh bulan menghadapi dampak banjir, kembali menanam berarti kembali membuka jalan untuk bekerja dan mengusahakan kehidupan mereka melalui pertanian.
Dari lahan seluas 30 hektare itu, masyarakat kini kembali memulai aktivitas pertanian dengan harapan hasil panen nantinya dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat Desa Kubu.













