BANDA ACEH — Pernyataan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, terkait pentingnya pengerukan muara sungai (kuala) untuk mengatasi banjir mendapat respons dari Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi.
Arizal menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjembatani masuknya investor guna mendukung program normalisasi kuala yang mengalami pendangkalan di berbagai wilayah Aceh.
Menurutnya, persoalan pendangkalan muara sungai merupakan isu strategis yang membutuhkan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, terutama dalam hal pembiayaan serta percepatan pelaksanaan di lapangan.
“Kami siap mengambil peran sebagai penghubung untuk membuka akses kerja sama dengan investor yang memiliki kapasitas di bidang pengerukan dan pengelolaan infrastruktur perairan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan kerja sama dapat dilakukan melalui skema kemitraan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk model kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) atau bentuk kolaborasi lain yang transparan dan akuntabel.
Lebih lanjut, Arizal mengungkapkan bahwa langkah awal yang akan didorong meliputi identifikasi wilayah prioritas, pengumpulan data teknis awal, serta penjajakan komunikasi dengan calon mitra investor guna memastikan kesiapan implementasi program secara bertahap.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh inisiatif tersebut tetap berada dalam koridor kebijakan pemerintah dan akan disinergikan dengan program yang sedang dirancang oleh Pemerintah Aceh maupun pemerintah pusat.
Menurutnya, keterlibatan investor bukan hanya mempercepat penanganan pendangkalan kuala, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir, termasuk membuka peluang kerja serta meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya pengawasan dan transparansi dalam setiap tahap pelaksanaan agar program berjalan efektif dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa upaya penanganan banjir di Aceh mulai mengarah pada pendekatan kolaboratif lintas sektor, dengan melibatkan dukungan investasi sebagai bagian dari solusi jangka menengah dan panjang.













