Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, Pimpin Langsung Survei Lahan Jagung di Alue Kuta Jangka, Dorong Pemulihan Ekonomi Petani Pasca Bencana

BIREUEN, 25 April 2026 — Upaya percepatan pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana di Kabupaten Bireuen terus menunjukkan langkah konkret. Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, turun langsung memimpin kegiatan survei lahan untuk rencana penanaman jagung di Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka.

Kegiatan survei yang dilaksanakan selama dua hari, pada 23–24 April 2026, ini menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian yang difokuskan pada pemulihan pendapatan masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Berdasarkan hasil observasi lapangan, sebagian besar lahan pertanian di wilayah tersebut masih tertutup lapisan lumpur yang telah mengering. Meski demikian, kondisi tanah dinilai masih memiliki potensi untuk diolah kembali melalui tahapan pembersihan, penggemburan, serta penyesuaian teknik budidaya.

Selain melakukan peninjauan langsung, tim juga berkoordinasi dengan aparatur gampong untuk mengidentifikasi luas lahan yang siap ditanami serta mendata calon penerima manfaat program. Proses ini dinilai krusial untuk memastikan intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Dalam keterangannya, Arizal Mahdi menegaskan bahwa komoditas jagung dipilih sebagai solusi cepat dalam memulihkan ekonomi petani.

“Jagung memiliki masa tanam relatif singkat, sekitar 90 hari, dan cukup adaptif terhadap kondisi lahan pasca bencana. Ini menjadi langkah awal yang realistis untuk mengembalikan produktivitas lahan dan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada penanaman, tetapi juga mencakup pendampingan teknis, penyediaan sarana produksi, serta koordinasi lintas sektor agar program berjalan berkelanjutan.

Masyarakat Gampong Alue Kuta menyambut positif langkah tersebut. Setelah berbulan-bulan lahan tidak dapat dimanfaatkan akibat material bencana, para petani kini mulai melihat harapan untuk kembali berproduksi.

Ke depan, hasil survei ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan data teknis yang lebih rinci, meliputi luas lahan, jumlah penerima manfaat, serta estimasi kebutuhan anggaran program. Dukungan dari pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat mempercepat realisasi program ini sehingga memberikan dampak nyata bagi pemulihan ekonomi masyarakat.

Program penanaman jagung ini juga direncanakan menjadi model awal yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Kecamatan Jangka yang mengalami kondisi serupa, sebagai bagian dari strategi pemulihan ekonomi berbasis sektor pertanian secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *