Pernahkah engkau membayangkan bagaimana rasanya menjadi seorang ayah yang pulang ke rumah namun tidak membawa apa-apa untuk anak-anaknya?
Pernahkah engkau membayangkan bagaimana seorang ibu diam-diam menangis di dapur karena beras tinggal segenggam, sementara anaknya terus berkata, “Bu… aku lapar.”
Di luar sana, masih banyak manusia yang bukan malas bekerja… mereka hanya tidak memiliki kesempatan.
Mereka ingin hidup mulia. Mereka ingin mencari nafkah halal. Mereka ingin anak-anaknya sekolah. Tetapi pintu rezeki terasa sempit bagi mereka.
Wahai saudaraku… jika Allah memberimu kemampuan, harta, usaha, ilmu, atau kedudukan, maka jangan biarkan semua itu hanya berputar untuk dirimu sendiri.
Karena boleh jadi, di balik rezeki yang Allah titipkan kepadamu, ada hak orang-orang miskin yang sedang menunggu untuk diselamatkan.
Ketahuilah… menciptakan lapangan kerja bukan sekadar urusan ekonomi. Ia adalah ibadah. Ia adalah kasih sayang. Ia adalah jalan kemanusiaan.
Satu pekerjaan yang engkau buka mungkin terlihat kecil di matamu… tetapi di mata seorang ayah miskin, itu adalah harga dirinya yang kembali hidup.
Gaji yang engkau berikan mungkin tidak seberapa bagimu, tetapi bagi seorang ibu, itu bisa menjadi susu untuk bayinya, obat untuk keluarganya, dan harapan agar anaknya tidak tidur dalam kelaparan.
Kadang-kadang… Allah tidak meminta kita menjadi manusia paling kaya di dunia. Tetapi Allah ingin melihat berapa banyak manusia yang dapat hidup karena keberadaan kita.
Betapa indahnya jika usaha yang engkau bangun menjadi tempat rakyat kecil menggantungkan harapan. Betapa mulianya jika dari tanganmu, ada anak-anak miskin yang tetap bisa sekolah,
ada keluarga yang kembali tersenyum, dan ada rumah-rumah sederhana yang kembali memiliki asap dapur setiap pagi.
Wahai saudaraku… jangan hanya membangun bisnis. Bangunlah kehidupan. Jangan hanya mengejar keuntungan. Kejarlah keberkahan.
Karena dunia ini terlalu singkat untuk hidup hanya memikirkan diri sendiri. Dan kelak ketika kita telah tiada, harta tidak akan menangis di kubur kita. Jabatan tidak akan memeluk kita di alam sepi. Tetapi doa orang-orang miskin…
doa para pekerja kecil… doa anak-anak yang pernah kenyang karena usaha kita… mungkin itulah yang akan Allah jadikan cahaya di hari ketika semua manusia membutuhkan pertolongan.
Maka selama engkau masih memiliki kemampuan, tolonglah sesama. Bukalah pekerjaan. Ringankan penderitaan rakyat kecil. Jadilah sebab hadirnya harapan di tengah dunia yang penuh kesulitan ini.
Sebab sebaik-baik manusia bukanlah yang hidup paling mewah, melainkan yang paling banyak menghidupkan kehidupan orang lain.
Semoga Allah memberkahi setiap hati yang masih memiliki belas kasih kepada orang miskin, setiap tangan yang membuka jalan rezeki, dan setiap jiwa yang memilih menolong manusia daripada hanya membesarkan dirinya sendiri.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas











