BIREUEN, ACEH — 22 SEPTEMBER 2026 — Abu Paya Pasi menyampaikan tausiah di Dayah Istiqamahtuddin Pasi, Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, Selasa (22/9/2026).
Dalam tausiah tersebut, Abu Paya Pasi mengajak masyarakat untuk terus menuntut ilmu dan menjadikan belajar sebagai bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Ilmu menjadi bekal untuk memahami ajaran agama serta membimbing seseorang dalam menjalani kehidupan sesuai tuntunan Allah SWT.
Ia mengingatkan bahwa semangat menuntut ilmu hendaknya tidak berhenti pada usia maupun keadaan. Pengetahuan, khususnya ilmu agama, perlu terus dipelajari dan diamalkan agar dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menuntut ilmu, Abu Paya Pasi mengingatkan masyarakat agar senantiasa beribadah kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Ia juga menekankan pentingnya mengikuti sifat dan keteladanan Rasulullah SAW. Keteladanan tersebut diharapkan tidak hanya dipahami secara lisan, tetapi juga diwujudkan melalui perilaku dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun ketika berinteraksi dengan sesama.
Dalam kehidupan bermasyarakat, nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama menjadi bagian dari akhlak yang perlu terus dijaga.
Saat diwawancarai awak media, Keuchik Gampong Alue Kuta, Habibullah, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya ilmu bagi masyarakat.
Habibullah memandang ilmu sebagai cahaya yang menerangi jalan kehidupan. Menurutnya, ilmu memberikan bekal kepada seseorang untuk memahami sesuatu dengan lebih baik, menentukan sikap, dan menjalani kehidupan dengan landasan yang benar.
Ia juga menilai semangat masyarakat untuk terus menuntut ilmu perlu dipelihara. Terutama ilmu agama yang dapat memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta membentuk akhlak yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas (RPRLB), Arizal Mahdi, saat diwawancarai awak media menyampaikan bahwa nasihat ulama merupakan pengingat penting dalam menjalani kehidupan.
Arizal Mahdi terus berupaya mengikuti nasihat ulama sebagai bagian dari ikhtiar untuk memperkuat keimanan, meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, serta mempersiapkan bekal bagi kehidupan ukhrawi.
Menurutnya, nasihat ulama tidak hanya untuk didengar, tetapi juga menjadi bahan renungan dalam memperbaiki diri. Kehidupan dunia memiliki batas, sehingga setiap Muslim perlu mempersiapkan amal dan kebaikan sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.
Ia juga menilai keteladanan Rasulullah SAW memiliki tempat penting dalam kehidupan umat Islam. Sifat dan akhlak Rasulullah SAW dapat menjadi pedoman dalam membangun hubungan yang baik dengan Allah SWT, keluarga, maupun sesama manusia.
Tausiah di Dayah Istiqamahtuddin Pasi menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali merenungkan pentingnya ilmu, ibadah, dan akhlak dalam kehidupan.
Ilmu memberikan cahaya dalam menentukan langkah, ibadah menjadi wujud ketaatan kepada Allah SWT, sedangkan akhlak menjadi cerminan dari nilai-nilai keimanan yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan Abu Paya Pasi tersebut diharapkan terus menjadi pengingat bagi masyarakat Alue Kuta untuk tidak berhenti menuntut ilmu, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan.
Bagi masyarakat, pesan itu bukan hanya tentang bagaimana menjalani kehidupan di dunia, tetapi juga bagaimana setiap langkah dipersiapkan sebagai bagian dari perjalanan menuju kehidupan ukhrawi.













